Jumat, 02 September 2011

Windows XP

WINDOWS XP

SEJARAH WINDOWS XP
XP atau Windows 5.1 build 2600 adalah sebuah versi sistem operasi Windows yang diluncurkan oleh Microsoft Corporation pada tanggal 25 Oktober 2001 di Amerika Serikat. Sebelumnya, Microsoft telah meluncurkan Windows versi 5.0 atau yang dikenal dengan Windows 2000, baik itu edisi server maupun edisi profesional (untuk desktop kantoran). Namun pada kenyataannya sebagian besar pengguna menggunakan Windows XP Professional. Nama XP sendiri, menurut Microsoft merupakan singkatan dari kata Experience, yang artinya Windows XP membawa pengalaman baru dalam dunia komputasi, atau setidaknya begitulah yang diharapkan oleh Microsoft. Perubahan user interface dan tatacara penggunaan memang sangat revolusioner, seperti yang terjadi dari DOS ke Windows 3.0, dan dari Windows 3.1 ke Windows 95.
Windows XP sendiri berbasis pada Windows NT dan termasuk pada keluarga NT. Yang termasuk dalam keluarga NT adalah Windows 2000 Server dan Windows Server 2003, Windows 2000 & 2003. Keluarga NT, terutama yang server, memiliki kemampuan yang baik untuk menjadi sebuah server.
Pada pertengahan tahun 2000-an, Microsoft, perusahaan pembuat system operasi Windows, tengah menggarap Windows ME(Millenium Edition). Namun, karena Windows ME dianggap kurang sukses menyaingi Windows 98. Maka, Microsoft memutuskan untuk ’mengawinkan’ dua buah sistem operasi Windows tersebut (sistem operasi berbasis Windows NT dan sistem operasi berbasis Windows 9x) ke dalam sebuah produk yang kita kenal sekarang dengan Windows XP. Berikut adalah beberapa jenis Windows XP :
  • Windows XP Home Edition

Windows XP Home Edition adalah sistem operasi Windows XP yang ditujukan untuk pengguna rumahan. Versi ini tidak didesain untuk sistem dengan banyak pengguna, Fitur jaringan yang tidak ada pun sangat banyak, di antaranya tidak dapat bergabung dengan sistem domain Active Directory, tidak memiliki sistem berkas terenkripsi, tidak dapat menjadi sebuah server (meski mampu membuat beberapa berkas dan folder yang dikelolanya dapat digunakan oleh beberapa pengguna sekaligus), dan tidak memiliki fitur Internet Connection Sharing (ICS), dan masih banyak yang lainnya.


  • Windows XP Professional Edition

Windows XP Professional adalah sistem operasi Windows XP yang dibuat khusus untuk komputer desktop yang terhubung ke dalam sebuah jaringan dengan domain yang dikelola oleh Active Directory milik Windows 2000 Server atau Windows Server 2003. Selain itu, versi ini pun dibilang jauh lebih lengkap fiturnya dari pada Windows XP Home Edition. Ia bisa menjadi sebuah komputer server, meskipun hanya bisa menampung maksimal sepuluh client yang bisa login secara bersamaan.
  • Windows XP Media Center Edition

Versi ini adalah versi Windows XP yang dibuat khusus untuk perangkat semacam Hi-Fi, dan PC yang diletakkan di ruang duduk. Pada dasarnya, Windows XP Media Center merupakan Windows XP Home Edition yang ditambahi dukungan sebagai perekam video pribadi (Personal Video Recorder).
  • Windows XP Tablet PC Edition

Windows XP Tablet PC Edition adalah versi Windows XP yang dikhususkan untuk PC yang ultra-portabel, yang dinamakan oleh Microsoft dengan Tablet PC. Bentuknya yang minimalis seperti halnya Asisten Digital Pribadi (Personal Digital Assistant atau PDA), dengan kemampuan setara notebook atau laptop.
  • Windows XP Professional x64 Edition

Windows XP Professional x64 Edition merupakan versi Windows XP yang dikhususkan untuk prosesor dengan arsitektur x86-64.
  • Windows XP Professional 64-bit Edition for Itanium

Perbedaan fitur dari Windows XP Professional x64 Edition adalah dukungannya terhadap prosesor Itanium, dengan segala arsitektur bawaannya, seperti EFI (Extensible Firmware Interface), dan GPT (GUID Partition Table). Meskipun prosesor Itanium merupakan prosesor dengan kinerja paling efisien, Itanium tidak dapat menjalankan program yang didesain untuk Windows XP versi 32-bit maupun Windows XP x64 Edition. Ketika menjalankan program yang tidak didesain untuknya, kinerjanya pun sangat rendah.
  • Windows XP Starter Edition


Versi ini merupakan versi Windows XP Home Edition yang diterjemahkan ke dalam bahasa lokal masing-masing dengan menggunakan Language Interface Pack (LIP). Bahasa yang digunakannya pun beragam, mulai dari Bahasa Indonesia, Melayu, Thailand, Turki, Rusia, India, Brazil, hingga bahasa Amerika Latin (Argentina, Chili, Meksiko, Ekuador, Uruguay, dan Venezuela).

Kamis, 01 September 2011

CARA INSTALLASI WINDOWS XP

  1. Sebelumnya kamu membutuhkan CD master Windows XP terlebih dahulu kemudian masukan di CDROM/DVDROM kamu. Lalu restart komputer kamu, kemudian nampak tampilan seperti gambar lalu tekan tombol Delete pada keybord agar kamu dapat masuk di BIOS(Basic Input Output System) komputer. Pada beberapa jenis Mainboard harus menekan tombol F2 pada keyboard. Kamu dapat melihatnya pada perintah Press DEL to run Setup.
  2. Lalu kamu akan berada dalam BIOS kemudian pilih Boot pada menu dan pilih item Boot Device Priority seperti pada gambar.
  3. Setelah itu Kamu merubah [CDROM] pada posisi 1st Boot Device untuk boot melalui CDROM dengan menggunakan tombol +- di keyboard.Lalu tekan F10 untuk menyimpan konfigurasi kamu.
  4. Restart komputer tunggu hingga muncul tulisan seperti pada gambar lalu tekan sembarang tombol dengan cepat.
  5. Setelah pada tampilan berikut tekan Enter untuk lanjut pada proses instal atau R untuk melakukan reparasi Windows di Recovery Consule atau F3 untuk mengakhiri proses instal.
  6. Lanjut pada Lisencing Agreement tekan F8 untuk lanjut dan ESC untuk batalkan proses.
  7. Pada gambar posisi partisi belum terisi oleh sistem windows.Tekan C untuk membuat partisi baru pada harddisk dan Enter untuk menginstal.
  8. Lalu masukan berapa besar kapasitas partisi yang ingin kamu buat dalam satuan megabytes(MB) dan tekan Enter untuk membuat partisinya seperti terlihat pada gambar.
  9. Kemudian tekan Enter untuk melakukan proses instal atau Delete untuk menghapus partisi.
  10. Dan pilih NTFS file system (Quick) atau FAT file system (Quick) lalu tekan Enter.
  11. Bila proses instalasi langkah 1 → 10 benar maka akan tampil seperti gambar.
  12. Setelah itu kamu sampai pada layar berikut Click Next.
  13. Lalu isikan dengan Nama dan Organisasi Kamu kemudian tekan Next.
  14. Disini Kamu akan mengisikan Produk Key atau Serial Number dari type windows Kamu tekan Next lagi.
  15. Isikan nama komputer dan password untuk mengaksesnya lalu tekan Next.
  16. Set Time Zone pada posisi (GMT+80:00) klik Next.
  17. Typical settings: Pada option ini settingan jaringan akan dibuat default windows dan Custom settings: Untuk mensetting jaringan kamu secara manual lalu klik Next.
  18. Bila Kamu terhubung kejaringan local dengan domain pilih option Yes, lalu isi dengan nama DOMAIN yang sama dengan DOMAIN jaringan Kamu dan sebaliknya jika tidak terhubung kejaringan atau terhubung tapi tanpa DOMAIN pilih option No, sekali lagi tekan Next.
  19. Selanjutnya Kamutinggal mengklik Ok,Next,Skip dan Finish juga diminta mengisikan nama kamu. hingga Kamu berada pada tampilan Dekstop Windows seperti ini. Sekarang Kamu tinggal menginstal driver hardware CPU Kamu.
Popularity: 100% [?]

Cara Partisi Windows XP menggunakan Flashdisk


Cara Installasi Menggunakan flashdisk.
      USB flashdisk saat ini banyak dipakai sebagai pengganti cd/dvd atau media simpan lainnya karena gampang dibawa dan mudah digunakan. Apalagi harganya yang terjangkau, membuat flashdisk banyak digunakan untuk keperluan menyimpan data dan file. Bahkan USB flashdisk tidak hanya difungsikan sebagai media simpan file,  sekarang flashdisk mulai banyak digunakan untuk install windows dan linux melalui flashdisk. Artinya untuk menginstall windows xp/vista atau windows7 tidak harus memakai cd/dvd windows tapi cukup dengan flashdisk bootable yang berisi file-file installasi windows. Untuk membuat flashdisk windows xp yang bootable tidak bisa dengan kopi paste isi cd windows lalu dimasukkan kedalam flashdisk, tetapi membutuhkan software khusus seperti Flashboot yang akan membuat USBflashdisc menjadi bootable sekaligus mengkopikan file installasi windows keadalam flashdisk. Saya contohkan disini adalah cara membuat windows xp usb dengan memakai flashdisk 1 gb, Sebelumnya siapkan dulu software berikut ini:
       Download software HPUSBDisk.exe untuk memformat flashdisk.
      Download Flashboot 2.0b portable untuk mengcopi file windows xp kedalam flashdisck
Bila kedua software sudah didownload, lanjutkan langkah-langkah dibawah ini:
      Siapkan cd installasi windows xp, atau file iso-nya jika belum punya file image(iso) silahkan lihat artikel membuat iso file dari cd/dvd windows xp.
      Masukkan/ Tancapkan flashdisk ke komputer, ingat !! sebelumnya backup data penting didalam flashdisk, lalu jalankan program HPUSBDisk.exe untuk memformat flashdisc. Lalu formatlah flashdisk dengan software HPUSBDisk.exe. Pilih file system FAT32 untuk format flashdisk.
      Jalankan Flashboot 2.0b portable.exe.
      Setelah program terbuka, klik “Next“
Muncul pilihan FlashBoot Main Menu, lalu klik menu CD -> USB
      Kemudian pilih drive cd/dvroom yang sudah berisi Windows XP CD, atau pilih opsi “Image file” Jika ingin mengambil dari file iso yang sudah dibuat dengan program iso maker lalu klik Next.
      Setelah itu keluar pilihan skenario, pilih Convert Windows XP/2000 Installation CD lalu klik Next lagi.
      Kemudian pilih drive Flashdisk, Selanjutnya klik Next lagi.
      Masukkan pada Volume label terserah, dan file system pilih FAT32, klik Next.
      Lalu klik tombol “Format Now” untuk memulai proses pembuatan Windows XP Flashdisk.
      Tunggu proses format dan copy file Windows sampai selesai, sampai muncul Complete successfully.Click OK to exit.
      Setelah berhasil membuat Windows XP USB sekarang sudah siap digunakan untuk install komputer lewat USB, Lanjut ke tahap Step by step install Windows XP dari flashdisk tapi sebelumnya set bios PC agar boot dari USB Flashdisk. Untuk memastikan atau sekedar mencoba gunakan aja MobaliveCD untuk menguji Flazhdick. Selamat mencoba semoga bermanfaat.

Partisi Harddisk

Pengertian Partisi
Mempartisi harddisk artinya membagi ruang memori
pada harddisk. Setiap harddisk minimal harus
dipartisi satu kali, dan menyesuaikan dengan sistem
operasi yang akan digunakan.. Sebuah komputer yang
menginstal lebih dari satu sistem operaai biasanya
2
mempunyai beberapa partisi. Keuntungan dari partisi
yang lebih dari satu antara lain dapat meminimalisir
keruwetan pada sistem operasi, data dapat dibuat
lebih aman, penggunaan ruang hasrddisk yang
efisien, memudahkan back up data dan pencarian file.
Dalam sebuah harddisk memiliki
beberapa tipe partisi, yaitu :
n Partisi Primary
Partisi primary merupakan partisi utama pada
harddisk yang memuat sejumlah file data.
Fungsi dari partisi primary ini juga sebagai
3
partisi yang pertama kali diakses komputer
untuk booting.
n Partisi Extended
Partisi extended juga merupakan partisi utama
pada harddisk. Partisi extended berfungsi
untuk mengatasi keterbatasan pembagian
4
partisi. Partisi extended tidak menangani
pengolahan data secara langsung. Untuk dapat
menggunakan nya kita harus menciptakan
partisi logical terlebih dahulu.
n Partisi Logical
Partisi logical merupakan partisi sampingan
yang terdapat partisi extended. Partisi logical
mampu menampung berbagai macam file data.
5
Software-sofware mempartisi
harddisk
n FDISK
Aplikasi ini sudah ada tersedia di dalam system booting Microsoft
windows, tetapi sesuai dengan masing-masing system operasi bootingnya.
Keuntungan Memakai FDISK :
Tersedia Cuma-Cuma dalam CD Master windows atau dibuat di disket
6
system booting s.o bersangkutan.
Kekurangan Memakai FDISK :
Kita hanya dapat membuat jenis partisi sesuai s.o bersangkutan.
Bila kita membuat 2 partisi dalam 1 harddisk, maka hasilnya 1 partisi
primary, 1 partisi logical.
n POWERQUEST PARTITION MAGIC.
Keuntungan memakai Powerquest Partition Magic
yaitu :
Dapat membuat berbagai jenis partisi.
Dapat membuat 2 buah (lebih) partisi primary.
Dapat membuat lebih dari 2 partisi dalam 1 harddisk.
7
Kekurangan memakai Powerquest Partition
Magiccyaitu :
Kurang baik dipakai untuk pemula.
Karena dijalankan dari windows, maka dapat saja
terjadi kerusakan partisi yang tidak kita inginkan.
Berikut ini akan dibahas mengenai beberapa
file system yang banyak digunakan, yaitu
FAT 32, NTFS, Ext2, Ext3.
8
32-bit File Allocation Table
(FAT 32)
9
Definisi FAT
FAT = File Allocation Table.
n Apabila kita menyimpan suatu file, komputer akan menggunakan
satu sistem file untuk menyimpan file/folder tsb ke hard disk. Pada
versi awal MS-DOS dan Win 3.11, Windows menggunakan sistem
file FAT16.
10
n Semenjak ada Win95 OSR 2 dan Win98 kita dapat menggunakan
FAT32 apabila ukuran hard disk lebih dari 2GB s/d 2TB. FAT16
hanya boleh digunakan apabila ukuran hard disk kurang dari 2GB.
Sejarah FAT
Ø Digunakan awal 80-an dan dikenal sebagai file DOS. Pada awalnya
hanya untuk beroperasi pada komputer berkapasitas rendah.
Ø FAT mengalami bermacam evolusi, dimana versi awalnya hanya
menyokong komputer berkapasitas tidak lebih dari 32MB untuk
setiap bagian/partisi, kemudian terus berkembang hingga 528MB
11
dan terus meningkat sampai 2.1GB.
Aplikasi FAT16
FAT16 dapat diaplikasikan pada :
n versi DOS
n Windows 3.11
n Windows 95
12
Kekurangan FAT16
v Kurangnya ruang penyimpanan. Tidak ada tambahan program
atau file terutama bagi yang menggunakan sistem dengan
Windows95 dan mempunyai hard disk melebihi 512MB.
v Tidak efektif. Ukuran cluster yang besar menyebabkan terjadinya
pemborosan.
13
v Tidak efisien dalam susunan file dan meminta user sering
melakukan Defrag agar mendapatkan cluster sebelumnya yang
tidak terpakai sepenuhnya.
v Ukuran maksimum disk yang dapat disokong FAT16 dalam satu
hard disk adalah 2GB.
Cara Penyimpanan Data
z Apabila suatu file disimpan atau suatu program diinstall komputer
akan menyimpan semua data mengenai aktivitas tersebut di satu
kawasan kecil dalam Harddisk yang dinamakan cluster.
z Semakin kecil ukuran cluster, semakin baik data itu disimpan dan
14
diurus. Ukuran cluster ditentukan oleh partisi dan partisi ditentukan
oleh sistem file yang ditetapkan semasa Harddisk diformat.
Sector
œ Semua disk dibagi dalam sector-sector, dan setiap sector berukuran
512 bytes. Ukuran ini merupakan ukuran standar unit disk terkecil.
œ Sector dibentuk ketika disk diatur dalam track-track yang
konsentris. Setiap track dibagi menjadi sector-sector. Masingmasing
sector dapat menampung 512 bytes data.
15
masing œ Bagaimana sector-sector ini terdistribusi? Bagaimana penempatan
data dalam sector? Bagaimana menangani file yang ukurannya lebih
dari 512 bytes dan menempati lebih dari 1 sector? Semua ini
merupakan tugas-tugas yang ditangani oleh file system.
Cluster
v Cluster adalah sekumpulan sector yang saling berhubungan.
v Ukuran cluster pada FAT16 adalah 2, 4, 8, 16, 32, atau 64 sector.
Ukuran partisi maksimum FAT16 hanya 2 GB.
16
v FAT32 memungkinkan untuk mendapatkan partisi hard disk yang
besar (lebih dari 2 GB), dengan ukuran cluster yang kecil.
v Ukuran cluster yang kecil ini dapat menghemat penggunaan disk
space untuk menyimpan data.
Perbandingan ukuran cluster FAT
Ukuran Partisi
( HDisk)
Ukuran cluster
FAT16
Ukuran cluster
FAT32
32 MB 2 KB -
128 MB 2 KB -
256 MB 4 KB -
17
512 MB 8 KB 4 KB
1 GB 16 KB 4 KB
2 GB 32 KB 4 KB
3 GB – 7 GB - 4 KB
8 GB – 16 GB - 8 KB
16 GB – 32 GB - 16 KB
Melebihi 32 GB - 32 KB
n Boot record
ý Sector pertama dari disk atau partisi selalu digunakan untuk boot
record.
ý Boot record ini mengandung informasi mengenai disk atau partisi disk
tersebut.
ý Informasi yang ada pada boot record memungkinkan file system untuk
mengatur disk.
18
ý Boot record juga mengandung suatu program sederhana, yang
digunakan pada saat system start-up.
ý Boot record terdapat pada semua disk dan partisi disk, baik yang
menggunakan FAT maupun yang menggunakan file system lain. Sector
ini mengandung informasi penting dari disk.
Aplikasi FAT32
FAT32 dapat diaplikasikan pada:
Ø Microsoft Windows 95 OEM Service Release, versions 2, 2.1, 2.5
Ø Microsoft Windows Edisi Millennium
Ø Microsoft Windows 98 Edisi 1 & 2
19
Ø Microsoft Windows 2000
Ø Microsoft Windows XP
Keunggulan FAT32
v Menggunakan 32 bits untuk merepresentasikan cluster
v FAT32 menyediakan ukuran drive lebih besar.
Ukuran yang disediakan sampai dengan 2 terabytes, bandingkan
dengan FAT 16 yang hanya 2GB.
Microsoft Windows 2000 hanya menyediakan ukuran partisi
20
v FAT32 sampai dengan 32 GB.
v FAT32 menggunakan tempat lebih efisien.
FAT32 menggunakan ukuran cluster yang lebih kecil ( 4KB
cluster untuk ukuran drive 8 GB), lebih efisien 10 s/d 15 persen
dibandingkan FAT atau FAT16. Ukuran minimum untuk partisi
FAT32 sekitar 260 MB.
v FAT32 lebih kuat.
FAT32 dapat menampung folder utama dan dapat menggunakan
backup copy dari tabel alokasi file daripada default copy. Oleh
karena itu FAT32 lebih tidak rentan dari kegagalan dibandingkan
FAT16.
v FAT32 lebih fleksibel.
Folder utama pada FAT32 adalah rantai grup biasa, jadi dapat
21
ditempatkan di mana pun pada drive dan tidak ada lagi batasan
jumlah masukan untuk folder.
Ukuran partisi FAT32 dapat diubah-ubah, tapi tidak dapat
diimplementasikan pada initial release.
v Dapat mencari direktori asas (root directory) dan
menggunakannya sebagai salinan backup FAT dan ini akan
mengelakan komputer dari bertemunya/ tabrakan antar program
(crash).
v Apabila suatu file disimpan atau suatu program diinstall komputer
akan menyimpan semua data mengenai aktivitas tersebut di satu
kawasan kecil dalam Harddisk yang dinamakan cluster.
22
v Semakin kecil ukuran cluster, semakin baik data itu disimpan dan
diurus. Ukuran cluster ditentukan oleh partisi dan partisi
ditentukan oleh sistem file yang ditetapkan semasa Harddisk
diformat.
Keterbatasan FAT32
n Microsoft akan mendukung fungsional dari file system FAT32
dalam membaca error-error secara bebas dan menyimpan file-file
baik dalam bentuk nyata (real mode) maupun bentuk terlindungi
(protect mode). Microsoft mendukung fasilitas real dan protected
mode termasuk pada Windows 95.
n Untuk program-program legacy yang tidak akan diinstall pada
FAT32 atau tidak akan menyimpan file-file atau membaca mereka,
23
kita harus menghubungi pabrik dari software tersebut.
n Walaupun file system FAT32 mendukung ukuran hard disk sampai
2 terabytes (TB), beberapa hard disk kemungkinan tidak dapat
mengisi partisi yang dapat dinyalakan lebih besar dari 7,8 gigabytes
(GB) karena keterbatasan dari sistem I/O dasar (BIOS) INT13
interface.
New Technology File
System
24
(NTFS)
Sejarah NTFS
Pada awal tahun 90-an, Microsoft memutuskan untuk menciptakan
sebuah sistem operasi dengan kualitas tinggi, penampilan menarik,
dapat dipercaya dan aman.
Tujuan dari sistem operasi ini adalah sebagai pijakan bagi
Microsoft dalam bisnis yang menguntungkan ini dan meraih pangsa
pasar yang luas.
25
Pada waktu itu sistem operasi unggulan Microsoft adalah MS-DOS
dan Windows 3.x yang memberikan kekuatan yang diperlukan
Microsoft untuk bersaing dengan sistem UNIX.
Namun ada satu kelemahan yang tidak dapat ditutupi, yaitu kedua
sistem operasi tersebut menggunakan FAT file system yang
memiliki kelemahan kurangnya keistimewaan yang dibutuh- kan
pada sistem operasi baru akan diproduksi itu. Kelemahan itu antara
lain pada data storage dan management, sistem jaringan komputer,
dan environment yang mendukung.
26
Untuk mengatasi kepincangan pada Windows NT yang merupakan
produk terbarunya, maka Microsoft menciptakan sebuah file
system baru, yaitu New Technology File System disingkat NTFS.
NTFS diciptakan dengan memadukan suatu konsep file system
lain, HPFS, yang digunakan pada OS/2 ditambah teknologi baru
hasil temuan Microsoft sendiri.
Keunggulan & Tujuan NTFS
Beberapa tujuan spesifik dari NTFS adalah:
v Reliability:
satu hal yang penting dari sebuah file system yang serius
adalah bahwa file system tersebut harus dapat pulih kembali
dari masalah tanpa kehilangan data hasil. Disini NTFS
mencegah hilangnya data dan memperkecil toleransi
dari kesalahan dalam processing.
27
v Security dan Access Control:
Kelemahan dari FAT adalah ketidakmampuan
mengontrol akses file atau folder dari hard
disk, sehingga memungkinkan pihak luar untuk
mengubah data pada suatu sistem jaringan.
v Breaking Size Barriers:
karena pada sistem FAT dalam hal ini FAT16 tidak
dapat mempartisi lebih dari 4GB, sedang NTFS didesain
untuk partisi yang jauh lebih besar.
v Storage Efficiency:
NTFS lagi-lagi memperbaiki kelemahan pada FAT16
karena pada sistem ini memungkinkan terjadinya
ketidakefisienan pada penyimpanan pada kapasitas hard
28
disk. Untuk itu NTFS menggunakan metode lain dalam
alokasi kapasitas hard disk tersebut.
v Long File Names:
NTFS memungkinkan nama sebuah file hingga 255
karakter, dibandingkan dengan pada FAT adalah 8+3
karakter.
v Networking:
saat ini networking berkembang pesat dengan NTFS
memungkinkan networking dalam skala besar.
v Storage Fault Tolerance:
Data-redundant storage methods dapat diterapkan pada NTFS.
Hal ini berguna dalam menjamin dan melindungi jika suatu
data/berkas mengalami kerusakan dengan mengkopi ulang data
29
yang sama dari disk mirror.
v Multiple Data Stream:
NTFS dapat terdiri dari lebih 1 stream. Stream tambahan ini dapat
berisi berbagai jenis data, walau data itu hanya mendeskripsikan
berkas atau metadata.
v Unicode Names:
Unicode merupakan paket karakter standar yang digunakan
pada NTFS dan menggantikan karakter older-single byte
ASCII. Setiap karakter pada kebanyakan bahasa yang natural
adalah direpresentasikan dengan double-byte number dalam
paket karakter Unicode.
v Improved File Attribute Indexing:
Dalam NTFS juga terdapat kemampuan untuk memberi indeks
30
pada atribut berkas, fungsinya ialah sebagai penglokasian dan
sorting.
v Data Compression:
Dalam kompresi data metode yang digunakan adalah Lempel-
Ziv Compression. Dengan algoritma ini dipastikan tidak ada
data yang hilang pada proses kompresi.
v Encryption:
NTFS juga menyediakan Encrypted File System atau EFS
untuk perlindungan cryptografic pada berkas atau direktori.
v Reparse Points:
Dalam NTFS, sebuah berkas atau direktori dapat berisi reparse
point, dimana terdapat sekumpulan dari user-defined data.
31
Second Extended File
System (Ext2 FS)
32
< Second Extended File system (Ext2) dirancang oleh Rémy Card,
sebagai file sistem yang extensible dan powerful untuk digunakan
pada sistem operasi Linux.
< Ext2 merupakan File System yang paling banyak digunakan oleh
para pengguna Linux
Latar belakang
33
< Ext2 pertama kali dikembangkan dan diintegrasikan pada kernel
Linux, dan sekarang ini sedang dikembangkan juga penggunaannya
pada sistem operasi lainnya.
< Tujuannya adalah untuk membuat suatu file system yang powerful,
yang dapat mengimplementasikan file-file semantik dari UNIX dan
mempunyai pelayanan advance features.
34
Kemampuan dasar EXT2
è File system EXT2 mampu menyokong beberapa tipe file yang
standar dari UNIX, seperti regular file, directories, device special
files, dan symbolic links.
è EXT2 mampu mengatur file-file system yang dibuat dalam partisi
yang besar.
35
è File system EXT2 mampu menghasilkan nama-nama file yang
panjang. Maximum 255 karakter.
è EXT2 memerlukan beberapa blok untuk super user (root).
Third Extended File System
(Ext3)
36
n EXT3 merupakan suatu journalled filesystem
n Journalled filesystem didesain untuk membantu melindungi data
yang ada di dalamnya.
n Dengan adanya journalled filesystem, maka kita tidak perlu lagi
untuk melakukan pengecekan kekonsistensian data, yang akan
memakan waktu sangat lama bagi harddisk yang berkapasitas besar.
37
n EXT3 adalah suatu filesystem yang dikembangkan untuk digunakan
pada sistem operasi Linux.
n EXT3 merupakan hasil perbaikan dari EXT2 ke dalam bentuk EXT2
yang lebih baik dengan menambahkan berbagai macam keunggulan.
Keunggulannya:
n Availability :
∂ EXT3 tidak mendukung proses pengecekan file system, bahkan
ketika system yang belum dibersihkan mengalami “shutdown”,
kecuali pada beberapa kesalahan hardware yang sangat jarang.
∂ Hal seperti ini terjadi karena data ditulis atau disimpan ke
dalam disk dalam suatu cara sehingga file system-nya selalu
38
konsisten.
∂ Waktu yang diperlukan untuk me-recover ext3 file system
setelah system yang belum dibersihkan dimatikan tidak
tergantung dari ukuran file system atau jumlah file; tetapi
tergantung kepada ukuran “jurnal” yang digunakan untuk
memelihara konsistensi. Jurnal dengan ukuran awal(default)
membutuhkan sekitar 1 sekon untuk recover (tergantung dari
kecepatan hardware).
n Integritas Data
û Dengan menggunakan file sistem ext3 kita bisa mendapatkan
jaminan yang lebih kuat mengenai integritas data dalam kasus
dimana sistem yang belum dibersihkan dimatikan
(shutdown).
39
û Kita bisa memilih tipe dan level proteksi yang diterima data.
Kita bisa memilih untuk menjaga agar file system tetap
konsisten, tetapi tetap mengijinkan kerusakan terhadap data
dalam file system dalam kasus dimatikannya (shutdown)
system yang belum dibersihkan; ini bisa memberikan
peningkatan kecepatan pada beberapa keadaan.
û Secara alternatif kita bisa memilih untuk lebih memastikan
bahwa data konsisten dengan bagian dari file system; ini berarti
kita tidak akan pernah melihat “garbage data” pada file-file
yang baru ditulis ulang setelah terjadi “crash”.
û Pilihan yang aman yakni menjaga kekonsistenan data sebagai
40
bagian dari file system adalah pilihan default
Table perbandingan FAT32 VS NTFS
Kriteria FAT32 NTFS
Ukuran maksimum
partisi
2 TB 2 TB
Jumlah maksimum
cluster
268.435.456 Hampir tak terbatas
Jumlah file maksimum Hampir tak terbatas Hampir tak terbatas
41
Ukuran file maksimum Hanya dibatasi oleh
ukuran patrisi
4 GB
Nama file Maksimum 255
karakter
Maksimum 255
karakter
Security tidak memiliki
fasilitas file security
Memiliki file
permission
Lokasi boot sector Sector pertama Sector pertama dan
terakhir
Daya tahan dan
pemulihan data
Rendah Daya tahan tinggi,
karena menggunakan
standart transaction
logging
Efisiensi penggunaan Cukup baik Sangat baik
42
disk space
Kinerja Baik untuk ukuran
partisi yang kecil
Baik untuk ukuran
partisi yang besar
Perbandingan EXT2 VS EXT3
z Secara umum prinsip-prinsip dalam EXT2 sama dengan EXT3.
Metode pengaksesan file, keamanan data, dan penggunaan disk
space antara kedua file system ini hampir sama.
z Perbedaan mendasar antara kedua file system ini adalah konsep
journaling file system yang digunakan pada EXT3.
43
z Konsep
@Catatan Anak TKJ © 2008 Template by:
SkinCorner